Tad, Ustad pernah dengar lagu lwan Fals yang berjudul Ibu nggak? Kalau buku kesayangan saya di masa lalu adalah Heidi dan film adalah Little house on the prairie dan lagu kesayangan saya adalah ibu dari Iwan fals. Indah sekali ya Tad, syair lagu itu.
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang demi kami tidakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu......Ibu......
Ingin ku dekap dan menangis
Di pangkuanmu...
Hingga aku terlelap
Bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri seluruh tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu.....ibu.....
Tad, syair lagu itu bukan hanya indah, tapi itu adalah gambaran hidup ibu saya. Enyak saya yang sekarang sudah tua dan rapuh, dulu adalah wanita paling hebat,karena Enyak sanggup berjalan dari pagi hingga petang. Enyak adalah seorang pedagang keliling Tad.
Enyak berjalan dari kampung yang satu ke kampung yang lainnya sambil membawa bajunya, celana, sabunp, piring sampai bedak dan minyak wangi. Pokoknya Tad, apa aja yang di pesan pembelinya pasti Enyak bawain.
Enyak menjual dagangannya dengan cara kredit. Waktu itu musim hujan Tad. Saya tak ingat bulan apa? Yang pasti hujan dari pagi sampe malem sepertinya tidak mau berhenti. Hari sudah hampir masuk waktu isya tapi Enyak belum juga pulang, kami kakak beradik yang semuanya perempuan mulai cemas. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa kami hanya bisa menunggu dan berdoa.
Ustad tau apa yang terjadi, hingga Enyak terlambat pulang? Ternyata kaki Enyak terluka Tad. Rupanya karna hujan jalan jadi licin dan di pinggir jalan banyak potongan kayu bambu yang bekas di tebang tapi karena cuaca buruk di tinggal begitu aja di pinggir jalan. Dan saat Enyak terpeleset kaki Enyak terkena ujung bambu.
Tad, sampai sekarang saat saya ingat luka Enyak itu tubuh saya masih ngilu. Bayangkan Tad dengan kaki yang terluka seperti itu, Enyak tetap berjalan. Darah pastilah tercecer di sepanjang jalan.
Dan yang lebih membuat saya sedih ke esokan harinya Tad, luka Enyak membengkak dan badan Enyak juga demam tapi Enyak tetap pergi lagi. Tad seperti itu pernah Enyak alami. Samakan dengan lagu Iwan fals? Itu kenyataan Tad, Ustad bisa tanyakan sendiri ke Enyak walaupun saya nggak yakin Enyak masih dapat mengingatnya. Di usianya yang sudah melewati sembilan puluhan ini, ingatan Enyak memang sudah payah.
Ya Allah ampunilah dosa ibuku dan sayangilah Dia, sebagaimana Dia menyayangiku di waktu aku kecil. Aaamiin....
Itulah yang membuat saya sangat menyayangi Enyak, Tad walaupun Enyak banyak melukai hati saya di waktu saya kecil dulu. Karna hidup yang berat dan tidak bersahabat dengannya.
Tad, saya banyak menyenandungkan lagu-lagu tentang kerinduan dan kasih ibu dari masa kecil saya dulu. Diantaranya lagu mama yang pernah di populerkan oleh Astri Ivo
Mama..oh..Mama...
Cinta kasihmu yang suci
Mama .. oh..Mama..
Cintamu tiada duanya
Siang dan malam kau rawat diriku..
Tak pernah lelah sedetikpun
Mama..oh..Mama..
Cintamu abadi di dunia.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Ibu"
Posting Komentar