Tad, sebenarnya kisah perjalanan Enyak berjalan keliling dari kampung ke kampung tidak semua menyedihkan. Ada juga cerita yang lucu Tad.
Pernah suatu hari Enyak dan temannya sedang berjalan Tad. Dulu suasana di sini tidak seperti sekarang, enak terang ga banyak pohon. Dulu rumah nggak sebanyak sekarang. Dan rumah berkelompok-kelompok dan tiap kelompok dibatasi dengan hutan yang cukup luas.
Nah saat sedang melintasi hutan itulah Tad peristiwa yang sangat lucu itu terjadi. Jadi keduanya sedang jalan beriringan, maklum jalan kampung jadi kecil, jalan setapak namanya.
Sambil mengobrol mereka berjalan agak tergesa. Enyak memang selalu bilang kalau Enyak agak takut melewati jalan itu. Bukan karena Enyak penakut Tad, Enyak tidak takut hutan atau binatang tapi Enyak takut ada orang jahat. Maklum merekakan perempuan.
Sedang asyik berjalan tiba-tiba temannya berteriak. "Ada macaaan!" Sambil berlari secepat yang dia bisa.
Tentu saja tanpa berpikir panjang Enyak juga ikut berlari. Pemburu paling hebat juga pasti akan mengambil langkah seribu kalau bertemu macan. Apalagi hanya Enyak perempuan kampung biasa. Maka Enyak dan temannya itupun berlari pontang panting. Mereka berlari sampai bertemu kampung terdekat.
Setelah jauh berlari dan yakin kalau macan yang mereka lihat tidak mengikuti, Enyak dan temannyapun berhenti dengan napas tersengal segal.
Keduanya lalu duduk di bawah pohon dan menenangkan diri mereka masing-masing. Setelah Enyak dapat menguasai diri, Enyak lalu bertanya pada temannya.
"Gede, macannya tadi?" Tanya Enyak.
"Ya, segedenya cacing, ya Lumayanlah." Kata temen Enyak sambil masih mengatur napas.
"Lho, tadi bukannya ada macan?" Enyak masih belum mengerti situasi yang terjadi.
"Bukan, cacing." Kata temen Enyak tanpa dosa.
"Subhanallah...Jadi karna cacing kita lari sampai napas mau putus tadi?" Enyak mendesah dengan rasa frustasi.
Enyak nggak bisa berbuat apa-apa Tad, mau marah juga nggak bisa. Karena temen Enyak itu benar-benar bersikap tanpa dosa. Karna Dia memang sangat takut dengan cacing.
Ha..Ha..Hahaha
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Ibu II"
Posting Komentar