Akhirnya adik bungsuku menikah. Semoga Allah swt menjadikan rumah tangganya menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah.
Kadang kehidupan ini memang aneh tidak bisa diprediksi. Adik bungsuku itu, sudah punya teman laki-laki saat masih sekolah di sekolah menengah pertama. Aku ingat pernah menegurnya.
"Eh, kecil-kecil udah pacaran emang mau nikah muda?" Kataku waktu itu.
"Emang orang pacaran mau nikah? Akusih pacaran buat senang-senang aja." Jawabnya ringan.
Cara berpikir orang memang tidak sama. Pacaran buat senang-senang tidak ada dalam kamus hidupku. Berpacaran membutuhkan emosi, buatku itu tidak sederhana. Dan terus terang aku tidak bisa melakukannya. Saat aku jatuh cintapun, aku tidak bisa menerima orang yang kucintai itu menjadi kekasihku begitu saja. Banyak yang aku pertimbangkan.
Teman-temanku bilang aku orangnya rada ribet. Tapi aku senang dan tidak menyesali prinsip yang kumiliki itu. Aku senang sapai aku menikah aku bersih dari affair dengan laki-laki yang bisa menjatuhkan nama baikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar